Minggu, 09 September 2012

Materi bahasa Indonesia 8_LAPORAN


Pengertian Laporan
I. Laporan adalah :
§ Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
§ Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
§ Laporan merupakan salah satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun nonformal.
§ Penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi.

II. Bentuk Laporan Resmi
Bentuk resmi dari suatu laporan terutama laporan yang panjang haruslah dibuat memperhatikan soal-soal kerangka, sistematika, teknis penulisan dan sebagainya. Laporan resmi tersusun secara tepat dan terperinci mengenai hal-hal dibawah ini :
a. Halaman judul.
b. Kata pengantar.
c. Daftar isi.
d. Daftar tabel.
e. Daftar gambar.
f. Pendahuluan.
g. Tubuh laporan.
h. Kesimpulan dan saran.
i. Daftar pustaka.
j. Lampiran.
k. Daftar petunjuk.

Isi
Laporan berisi fakta dan data mengenai penelitian, pengamatan, percobaan, pengalaman, dan sebagainya yang diramu menjadi informasi untuk disampaikan kepada pihak lain.

Fungsi
Penyampaian laporan biasanya dilakukan oleh seorang bawahan kepada atasan, dalam hal ini adalah atasan yang memberikan tugas/perintah atau yang mempunyai fungsi kontrol dan pengawasan atas dirinya atau atas kegiatan yang dilaporkan. Laporan juga bisa bersifat koordinatif (komunikasi horizontal) bila ditulis oleh petugas dengan posisi sejajar dengan pembacanaya. Atas dasar itu pelaporan mengandung empat fungsi :
1. Fungsi Informatif
Laporan bisa digunakan sebagai sumber informasi bagi pembacanya
2. Fungsi Pertanggung jawaban
Laporan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban penulis terhadap pembaca laporan / atasannya, atau tugas yang harus dan telah dilaksanakannya.
3. Fungsi Pengawasan
Dengan membaca laporan, seorang atasan bisa mengawasi bawahan serta tugas yang dilakukan bawahan tanpa harus melihat langsung.
4. Fungsi Pengambilan Keputusan
Laporan dari bawahan dapat digunakan oleh atasan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Juga berlaku untuk laporan koordinatif. Seorang Kepala Bagian atau Manajer dapat menggunakan laporan Manajer lain untuk membuat keputusan di bagiannya sendiri.

Prinsip – prinsip Penulisan laporan
Laporan pada dasarnya adalah alat komunikasi juga. Supaya dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif, sebuah laporan harus memenuhi syarat–syarat berikut ini.
a. Lengkap
Artinya data dan fakta yang ada dalam laporan harus lengkap
b. Jelas
Sebuah laporan disebut jelas bila uraian dalam laporan tidak memberi peluang ditafsirkan secara berbeda oleh pembaca yang berbeda. Ini dapat dicapai bila bahasa yang digunakan benar dan komunikatif
c. Benar / akurat
Data dan fakta yang salah dapat menuntun pembaca membuat suatu keputusan yang salah. Jadi kebenaran dan keakuratan isi laporan sangat diperlukan.
d. Sistematis
Laporan harus diorganisasikan sedemikian rupa, dengan system pengkodean yang teratur, sehingga mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan yang sistematis juga menunjang unsur kejelasan yang sudah diciptakan oleh unsur – unsur bahasa.
e. Objektif
Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera pribadi ke dalam laporannya. Pelapor harus bersikap netral dan memakai ukuran umum dalam minilai sesuatu.
f. Tepat waktu
Ketepatan waktu mutlak diperlukan, karena keterlambatan laporan bisa mengakibatkan keterlambatan pengambilan keputusan.

Jenis Laporan
Laporan dapat digolongkan menurut :
1. Maksud pelaporan
§ Laporan informativ, yaitu laporan yang dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan dimaksudkan untuk memberi analisis atau rekomendasi. Titik pentingnya adalah pemberian informasi yang akurat dan terinci.
§ Laporan rekomendasi
Yaitu laporan yang di samping memberikan informasi juga menyertakan pendapat si pelapor, dengan maksud memberikan rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski demikian akurasi dan rincian informasi tetap diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan juga meyakinkan.
§ Laporan analitis
Yaitu laporan yang memuat sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat atau saran, setelah melalui analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada pada kategori ini.
§ Laporan Pertanggungjawaban
Di mana si pelapor memberi gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan (Progress report) atau sudah dilaksanakan (bersifat evaluatif)
§ Laporan Kelayakan (feasibility report)
Pelapor menganalisis suatu situasi atau masalah secara mendalam untuk menuju penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik.
2. Bentuk Laporan
§ Laporan berbentuk Memo
Biasanya laporan pendek yang memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di kalangan intern organisasi.
§ Laporan berbentuk Surat
Isinya lebih panjang daripada laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga lembar folio. Bisa ditujukan ke luar organisasi.
§ Laporan berbentuk naskah
Laporan ini bisa panjang atau pendek. Bila panjang dibuat dalam format buku, dan dalam penyampaiannya mutlak diperlukan surat atau memo pengantar
§ Laporan berbentuk Campuran
Laporan ini tidak lain gabungan antara bentuk naskah dengan memo atau surat. Dibuat begini karena isinya cukup kompleks sehingga harus dipadukan dengan bentuk naskah agar pengkodean bagian – baiannya lebih mudah dilakukan.
§ Laporan berbentuk formulir.
§ Laporan berbentuk buku.
3. Waktu Penyampaian
§ Laporan Insidental
Laporan ini tidak disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali saja dalam rangka suatu kegiatan yang tidak terjadwal tetap.
§ Laporan Periodik
Ditulis dalam suatu periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula. Contoh: Laporan harian, Mingguan, Bulanan dan seterusnya.


Laporan mempunyai fungsi
1.informatif
2.bahan dokumen
3.bahan pertanggungjawaban.
Laporan dapat dianalisis berdasarkan urutan waktu, urutan tempat, atau urutan
kejadian.
Laporan juga dapat dianalisis berdasarkan unsur-unsur laporan.
1.Apa yang dilaporkan
2.Siapa yang dilaporkan
3.Kapan laporan itu dibuat
4.Dimana
5.Mengapa
6.Bagaimana

Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelasVIII . Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (halaman 1 s.d 4)

Bahasa laporan harus bersifat denotatif, runtut, jelas, dan mudah dipahami.
Format laporan dapat berbentuk uraian dan dapat pula berbentuk formulir isian.
Kamu dapat mengubah laporan bentuk formulir isian, menjadi bentuk paragraf
paragraf (laporan uraian).
Laporan disampaikan secara sistematis dan bahasa yang digunakan singkat, jelas, dan baku. Kesistematisan penulisan laporan mengacu pada kerangka. Kerangka laporan dapat membantu penulis menyusun tulisannya secara teratur.

Pokok-pokok laporan perjalanan
1.Tempat tujuan.
2.Waktu yang digunakan.
3.Lokasi mana saja yang dikunjungi.
4.Kegiatan apa saja yang dilakukan.
5.Perasaan yang dialami.

Kesulitan pertama bagi orang yang baru saja belajar menyampaikan laporan perjalanan adalah dari mana memulainya. Sebenarnya, laporan perjalanan dapat dimulai dari mana saja.
Ada yang dimulai dari urutan waktu, urutan tempat atau ruang, dan ada yang dimulai dari urutan kejadian (topik).
Perhatikan contoh berikut!
1. Urutan waktu
Perjalanan ke : ...............................................................................................................
a. Menjelang pemberangkatan.
.................................................................................................................................
b. Ketika di perjalanan.
.................................................................................................................................
c. Waktu tiba di lokasi.
.................................................................................................................................
d. Selama berada di lokasi.
.................................................................................................................................
e. Dalam perjalanan pulang ke rumah.
.................................................................................................................................
2. Urutan tempat
Perjalanan ke: ................................................................................................................
a. Berangkat dari rumah/sekolah.
.................................................................................................................................
b. Di perjalanan dalam bus/kereta/pesawat.
.................................................................................................................................
c. Di tempat tujuan.
.................................................................................................................................
d. Tiba di rumah/sekolah kembali.
.................................................................................................................................
3. Urutan kegiatan
Perjalanan ke: ................................................................................................................
a. Menyiapkan bekal.
.................................................................................................................................
b. Berkumpul di satu tempat.
.................................................................................................................................
c. Menikmati perjalanan.
.................................................................................................................................
d. Mengunjungi beberapa lokasi wisata.
.................................................................................................................................
e. Berbelanja souvenir.
.................................................................................................................................
f. Kembali pulang ke rumah.
.................................................................................................................................

Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Setyorini, Yulianti dan Wahono. 2008. Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (halaman 33 – 35 , 47, dan 57 – 59)

Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta, dan keterangan yang melingkupi peristiwa atau perihal tersebut.
Menganalisis laporan berarti melakukan suatu kajian atau penelitian terhadap suatu
laporan.
Supaya dalam menganalisis laporan yang kalian simak dapat memberikan hasil yang maksimal, kalian perlu memerhatikan hal-hal berikut.
1.Menyimak laporan dengan saksama, sehingga dapat menangkap informasi yang disampaikan secara utuh dan lengkap serta terperinci.
2.Melakukan pengecekan terhadap setiap hal yang dilaporkan secara detail dan cermat.
3.Tidak mencampuradukkan antara fakta (yang bersifat objektif) dan opini atau pendapat (yang cenderung bersifat subjektif).
4.Melakukan kajian terhadap kebenaran atau ketepatan hasil laporan tersebut.
Beberapa langkah yang dapat membantu dalam proses menganalisis laporan adalah berikut.
1. Memahami isi laporan dari bentuk, isi, maupun kebahasaan.
2. Menguraikan secara detail atau rinci pokok-pokok isi laporan.
3. Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan
berdasarkan suatu teori atau definisi (referensi).

Tanggapan terhadap laporan dapat berupa pertanyaan, pengungkapan persetujuan dan ketidaksetujuan, tanggapan terhadap isi dan bentuk penyampaian laporan, serta kritik maupun pujian terhadap laporan tersebut.
Contoh tanggapan dari laporan tersebut antara lain berikut.
Laporan tersebut sudah dapat memberikan gambaran terhadap suasana Candi Boko pada suatu saat tertentu. Namun demikian, akan lebih baik jika pada awal laporan tersebut diberikan pengantar sebagai ilustrasi untuk menyampaikan perihal objek laporan . Selain itu, akan lebih terasa lengkap apabila dalam laporan tersebut disertakan informasi-infor-masi yang lebih detail.
Dalam menanggapi sebuah laporan perlu kalian perhatikan hal-hal berikut.
1. Tanggapan disampaikan secara objektif terhadap laporan yang disampaikan, baik dari
segi isi maupun bentuk.
2. Tanggapan disampaikan secara fokus dan tepat sasaran. Dalam hal ini, tanggapan
sebaiknya tidak keluar dari isi laporan yang disampaikan.
3. Tanggapan ditujukan untuk membangun atau memperbaiki dari
laporan yang disampaikan.
4. Tanggapan disampaikan dengan bahasa yang santun, jelas,
dan komunikatif.

Tanggapan terhadap isi laporan dapat ditujukan atau diarahkan pada
1) kelengkapan isi laporan,
2) kejelasan isi laporan, serta
3) keruntutandalam menyampaikan isi laporan.
Ungkapan rasa setuju maupun tidak setuju, sertakritikan. Hal yang harus selalu kalian ingat bahwa setiap tanggapan harus disertai dengan alasan yang masuk akal serta tidak keluar dari permasalahan yang menjadi inti isi laporan.
Contoh tanggapan yang dapat kalian sampaikan berkenaan dengan isi laporan di atas adalah berikut.
Menanggapi isi laporan tersebut, ada beberapa hal yang dapat saya sampaikan, di antaranya berikut.
1)Saya sangat tertarik dengan isi laporan yang disampaikan. Hal ini berkenaan
dengan sebuah kenyataan tentang maraknya pencemaran dan lingkungan di
sekitar kita. Darilaporan tersebut kita dapat memperoleh wawasan betapa
kita harus segera menjaga lingkungan kita.

2) Beberapa hal yang menurut saya kurang lengkap dalam laporan tersebut adalah
penjelasan mengenai upaya penanganan pencemaran. Alangkah lebih baiknya
dalam laporan tersebut disampaikan juga cara-cara yang praktis dan sederhana
dalam menangani masalah pencemaran lingkungan.

2)Saya sangat setuju dengan isi laporan yang disampaikan mengenai langkah
penyelesaian pencemaran. Hal ini dikarenakan langkah-langkah penyelesaian
tersebut mudah dilakukan oleh semua orang. Dengan demikian, pencemaran
dapat dengan mudah diminimalkan atau bahkan dihilangkan sama sekali.

Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawarti. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2 : Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

HAL-HAL YANG DIAMATI DALAM LAPORAN

Judul laporan : . . . .
Informasi yang akan diperoleh
Cara mendapatkan informasi
Hasil yang diperoleh
Waktu pengumpulan informasi

Setelah hal-hal yang akan diamati dalam laporan kita peroleh, segera susun draf (tulisan awal/buram) laporan berkaitan dengan keadaan yang akan dilaporkan.
Dan beri komentar/penilaian hasil laporan dari segi
(1) kesesuaian informasi dengan objek/hal yang dilaporkan,
(2) kelengkapan rincian (detail informasi) yang seharusnya dilaporkan,
(3) penggunaan kalimat,
(4) penggunaan kata baku, dan
(5) ketepatan penggunaan tanda baca/ejaan.

Hasil komentar itu akan membantumu untuk melakukan penyuntingan laporan.

Aspek-aspek apa sajakah yang perlu disunting dalam sebuah naskah?
▪ Aspek bahasa
▪ Aspek organisasi (sistematika)
▪ Aspek isi karangan

AspekBahasa
Diksi atau pilihan kata
Tata bentukan kata
Tata istilah
Penggunaan tanda baca
Penulisan huruf
Keefektifan kalimat
Aspek Organisasi
Kepaduan dan keutuhan paragraf
Penataan ide (termasuk penomoran)
Keutuhan ide
Kelengkapan ide
Kebaruan pengungkapan ide
Aspek Isi
Bobot ide
Kesesuaian ide dengan tujuan
Keakuratan ide
Kebermanfaatan ide yang dikemukakan

ASPEK PENILAIAN PENYAMPAIAN LAPORAN
1.Isi
Apakah isi laporan sesuai dengan konteks /peristiwa yang
ditentukan?
Apakah ada kesesuaian antarbagian laporan?
2.Penggunaan bahasa dan intonasi
Apakah kalimat-kalimat yang digunakan memiliki struktur
yang tepat?
Apakah penyampaian laporan menggunakan penjedaan tiap satuan
makna sehingga memperjelas isi?
Apakah pelafalan kata-kata sudah tepat?
Apakah intonasi bervariasi (tidak monoton)?
3.Kelancarandan rasa percaya diri
Apakah penyampaian laporan dilakukan dengan lancar, tidak tersendat,
atau berhenti dalam waktu yang agak lama?
Apakah dari tatapan mata dan gerak tubuhnya, tecermin rasa
percaya diri yang kuat?

SIMPULAN
a. Laporan pengamatan melaporkan fakta-fakta dari objek/benda yang diamati.
b. Laporan pengamatan melaporkan secara rinci kondisi objek, letak suatu objek,
bagian-bagianobjek, dan informasi penting lain mengenai objek.
c. Bahasa yang digunakan merupakan bahasa baku.

Bahasa baku adalah bahasa dengan kaidah tata bentukan kata, tata makna, tata
kalimat, dan tata cara penulisan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bahasabaku digunakan pada komunikasi resmi/formal. Pada majalah remaja, bahasa yangdigunakan bukan bahasa baku. Kata-kata gaul sering digunakan dalam majalah remaja.
Ciri kata tidak baku mencakup
(1) menyalahi tata bentukan kata yang standar (contoh: ngeliat, mengucapin,
dimarahin),
(2) menggunakan ragam lisan (contoh: bilang, bikin, nggak),
(3) menggunakan kata dengan penulisan secara tidak tepat (contoh: hipotesa,
kharisma, analisa),
(4) tercampur dengan kosakata daerah (contoh: kayaknya, kok )
(5) penghilangan imbuhan atau suku kata tertentu (contoh: gitu, gini, ngaruh,
ngirim,njaring), dan
(6) pengubahan vokal (contoh: dateng, dapet).

Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

borobudur

borobudur